Background

Berita Terbaru

NERACA PERDAGANGAN RI SURPLUS TIPIS DI FEBRUARI

73100658 IQPlus, (15/03) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Februari 2019 mencapai US$ 12,53 miliar. Sedangkan impor Februari 2019 nilainya US$ 12,2 miliar atau ada surplus perdagangan sebesar US$33 juta. Kepala BPS Suhariyanto di Gedung BPS, Jumat menyebutkan berdasarkan sektor, ekspor migas masih mengalami penurunan 11,85% menjadi US$1,09 miliar pada Februari 2019 dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan, penurunannya tercatat lebih tajam yakni mencapai 21,75%. Sementara itu, ekspor sektor pertanian mengalami penurunan 17,4% menjadi US$230 juta dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini didorong oleh penurunan hasil hutan bukan cengkih, biji kakao, dan tembakau. Dari sektor pengolahan, ekspor Indonesia mengalami penurunan 7,71% menjadi US$9,41 miliar dari posisi Januari 2019. Adapun penurunan tahunannya lebih besar, yakni menyentuh 8,06%. Sektor pertambangan juga turun cukup dalam, yaitu sebesar 18,76% menjadi US$1,8 miliar pada Februari 2019. Secara tahunan, penurunan sektor ini lebih dalam, yaitu sebesar 20,8%. BPS mencatat impor per Februari 2019 sebesar US$12,2 miliar atau turun 18,61% dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan, impor turun sebesar 13,89% dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu. "Penurunan disebabkan oleh penurunan impor migas dan non migas," jelasnya. Secara pola, sama seperti di sisi ekspor, BPS melihat impor Februari selalu mengalami penurunan akibat jumlah hari yang lebih sedikit. Dari penggunaannya, impor konsumsi mengalami penurunan 17,43% menjadi US$1,01 miliar dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan, impor barang konsumsi juga turun cukup dalam, yakni mencapai 26,94%. Khusus impor barang baku dan bahan penolong, nilainya mengalami menyusut 21,11% menjadi US$9,01 miliar dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, impor barang modal tercatat terpangkas 7,09% menjadi US$2,19 miliar dibandingkan bulan sebelumnya. (end)