Background

Berita Terbaru

ZURICH INSURANCE IMBAU MANAJEMEN RISIKO BENCANA PERLU DIGALAKKAN

41150808 IQPlus, (11/02) - Direktur Zurich Insurance Indonesia Wirahadi Suryana mengatakan rencana perlindungan yang matang menjadi keharusan bagi individu masa kini, karena bencana alam tidak dapat diprediksi waktu kejadiannya. Bahkan, mitigasi bencana dan manajemen risiko patut dilakukan untuk mencegah tingginya kerugian yang muncul dari perubahan iklim. "Edukasi terkait dengan manajemen risiko dari bencana alam juga patut digalakkan oleh pihak-pihak terkait, apalagi mengingat bahwa saat ini biaya pemulihan dapat mencapai hampir 9 kali lebih tinggi daripada biaya yang dikeluarkan untuk pencegahan," kata Wira, seperti dikutip Senin. Selain perlindungan mendasar seperti proteksi jiwa, lanjutnya, kepemilikan asuransi aset juga menjadi urgen, termasuk perlindungan terhadap properti dan kendaraan bermotor untuk mengantisipasi kerugian akibat bencana alam, seperti banjir, angin kencang, serta badai dan petir. "Sudah waktunya cara pandang kita berubah. Semua pihak perlu terlibat dalam kontribusi nyata untuk menangani dampak yang muncul dan menyikapi perubahan iklim supaya tidak semakin parah," tukasnya. Laporan Khusus tentang Pemanasan Global 1,5° C (Special Report on Global Warming of 1,5° C) yang dirilis Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) memperingatkan jika pemanasan global melebihi 1,5°C akan berdampak buruk pada bencana alam, peningkatan permukaan air laut, kemiskinan, ekosistem makhluk hidup, bahkan ketahanan pangan di berbagai belahan dunia. Living Planet Index yang meneliti lebih dari 4.000 spesies di dunia juga merilis Living Planet Report 2019, dan statistik utama dari laporan ini menunjukkan kepunahan spesies rata-rata 60% antara tahun 1970 dan 2014, yang berarti bahwa, rata-rata, populasi hewan pada tahun 2014 telah mengalami penurunan lebih dari setengah populasi mereka pada 1970. (end/ba)