Background

Berita Terbaru

GELAR LAYANAN KAS DI PULAU TERPENCIL, BI GANDENG TNI AL

25071611 IQPlus, (14/08) - Bank Indonesia bersama TNI AL kembali menggelar layanan kas ke sejumlah pulau Terdepan, Terluar dan Terpencil (3T) di Provinsi Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau. Layanan kas tersebut menggunakan KRI Lemadang yang diikuti tim gabungan BI-TNI AL ini sejak 6 Agustus 2019. Mereka berangkat dari Batam hingga berlabuh ke Pontianak pada Selasa (13/8), menjelajah ke enam pulau. Pulau-pulau tersebut adalah Jemaja, Siantan, Subi Besar, Midai, Serasan, Tambelan dan Tarempa. "Kami melakukan kegiatan penukaran uang tidak layak edar dengan uang layak edar di pulau-pulau itu. Selain itu kami juga menggelar program bantun sosial BI dengan menyalurkan komputer dan proyektor untuk sekolah di sana. Selain tentu saja kita mensosialisasikan ciri-ciri keaslian rupiah serta dari TNI AL ada sosialisasi bela negara," kata Ketua Tim Layanan Kas Keliling 3T BI, Agus Taufik saat tiba di Pontianak, Selasa. Tim gabungan ini sendiri membawa modal Rp4 miliar uang baru dari berbagai pecahan. Di pulau-pulau itu, BI menyasar pusat keramaian untuk mengundang warga hadir. Masyarakat sekitar antusias menukarkan uang lusuh dan rusak miliknya. Setidaknya sebanyak Rp3,2 miliar uang baru yang dibawa tim habis tertukar. .Kendati modal kas keliling yang dibawa tidak besar, BI pun tak mempersoalkan besarnya biaya distribusi uang kepada daerah-daerah itu. Upaya ini juga dilakukan untuk memperkokoh kedudukan rupiah sebagai mata uang utama di Indonesia,. kata dia. Tibanya tim tersebut disambut langsung oleh Danlatamal XII Pontianak Laksamana Pertama TNI Gregorius Agung WD, MTr ( Han), Kepala KPw BI Kalbar Prijono dan Perwakilan Gubernur Kalbar. Sementara itu, Danlatamal XII Pontianak pada kesempatan itu mengatakan bahwa program kerjasama TNI AL-BI tersebut sudah beberapa tahun dilangsungkan, untuk menjangkau kawasan perairan laut yang terpencil dan tidak memiliki layanan bank. Menurutnya, TNI AU sangat mendukung program ini. Pasalnya, dari pengalaman sejarah, Pulau Sipadan dan Ligitan di Kalimantan Timur lepas dari NKRI karena dominasi mata uang ringgit Malaysia di sana.(end)