Background

Berita Terbaru

STARTUP LOGISTIK PAXEL TAK KEBERATAN PERLUASAN GANJIL GENAP

24165105 IQPlus, (13/08) - Perusahaan start up atau rintisan bidang logistik, Paxel, menyatakan tidak keberatan dengan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas jalur dan menambah jam pemberlakuan plat nomor kendaraan ganjil dan genap di wilayah Ibu Kota. Executive Advisor Paxel, Djohari Zein, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa, menilai rencana perluasan ganjil genap di DKI Jakarta kali ini sebagai momentum yang baik bagi perusahaan logistik untuk menyesuaikan diri. "Sudah puluhan tahun perusahaan logistik tidak berubah, bertahan dengan proses bisnis yang sama. Padahal dunia berubah cepat dengan adanya e-commerce dan digitalisasi di mana-mana," kata Djohari Zein. Menurut dia, Paxel melihat perluasan ganjil genap ini justru menjadi kesempatan bagi perusahaan logistik untuk membuat terobosan dan inovasi, seperti yang sudah dilakukan selama tiga tahun terakhir. Ia mengemukakan perluasan jalur dan penambahan jam ganjil genap tidak akan berpengaruh banyak pada bisnis logistiknya karena Paxel menggunakan proses bisnis yang berbeda dari kebanyakan perusahaan logistik di Indonesia. "Paxel menggunakan sistem pengiriman estafet, mengkombinasikan kurir bersepeda motor, smart locker dan algoritma, memungkinkan pengiriman barang lewat Paxel tiba di hari yang sama untuk tujuan antarkota bahkan antarprovinsi," katanya. Dengan sistem estafet, masih menurut dia, kurir Paxel menempuh jarak 70 persen lebih pendek dibanding model logistik on demand delivery dan model kurir konvensional, sehingga secara signifikan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak, dan lebih sedikit kontribusinya pada polusi di Jakarta. Meski tidak keberatan, namun bukan berarti Paxel tidak terpengaruh sama sekali oleh perluasan ganjil genap Jakarta, karena COO Paxel Zaldy Ilham Masita mengemukakan harus menyewa armada mobil dua kali lipat lebih banyak untuk mendukung mobilitas paket antarkantor cabang. "Kali ini Paxel tidak terlalu terpengaruh. Hanya saja, kalau Pemprov DKI Jakarta punya rencana menerapkan ganjil genap untuk sepeda motor, ada baiknya dengarkan dulu perspektif dari perusahaan logistik. Karena yang paling banyak terimbas kalau ganjil genap sepeda motor diberlakukan bukan perusahaan, tapi kurir," kata Zaldy Ilham Masita.(end)